BACAAN ALKITAB HARI INI
📖 Ayub 1:20–22
📖 Ayub 2:9–10
📖 Yakobus 5:11
AYAT HAFALAN
“Dalam semua itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah.”
— Ayub 1:22
MARI MULAI DENGAN PERTANYAAN INI:
Bagaimana reaksi hatimu saat menghadapi penderitaan yang tidak kamu mengerti?
DALAM UJIAN YANG PALING GELAP, AYUB TETAP MEMILIH UNTUK MENGHORMATI TUHAN.
Kisah Ayub adalah pelajaran besar tentang iman sejati dalam penderitaan. Tanpa tahu alasan di balik semua yang terjadi, Ayub kehilangan harta, anak-anak, dan kesehatannya. Namun responsnya luar biasa: ia tidak berdosa dan tidak menyalahkan Allah.
Ayub tidak tahu bahwa ia sedang menjadi bagian dari sebuah ujian surgawi. Ia tidak memiliki latar belakang seperti kita yang membaca kisahnya dari awal. Tapi satu hal jelas—kesetiaan Ayub lahir dari kepercayaannya kepada karakter Tuhan, bukan dari kenyamanan hidup.
3 TELADAN DARI AYUB UNTUK TETAP SETIA DALAM PENDERITAAN:
- Memilih menyembah daripada mengeluh. “Ayub berdiri dan mengoyakkan jubahnya… lalu sujud menyembah dan berkata: TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil.”
— Ayub 1:20–21 - Menolak menyalahkan Allah walau tidak mengerti. “Apakah kita hanya mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”
— Ayub 2:10 - Menjadi contoh ketekunan dan hasil akhir yang penuh belas kasihan. “Kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan tahu bagaimana Tuhan akhirnya memberkati dia.”
— Yakobus 5:11
PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN HARI INI
Apakah kamu tetap memuliakan Tuhan dalam musim hidup yang tidak kamu pahami?
DOA HARI INI
Tuhan, ajarku untuk setia seperti Ayub. Saat aku tidak mengerti jalan-Mu, tolong aku untuk tetap percaya pada kasih dan kuasa-Mu. Jauhkan aku dari roh menyalahkan dan dekatkan aku kepada penghiburan-Mu. Amin.
PERBUATAN IMAN
Alihkan satu keluhan hari ini menjadi penyembahan. Ucapkan pujian kepada Tuhan secara lisan—meskipun situasimu tidak berubah—sebagai tanda imanmu kepada-Nya.
KUNCI KEBENARAN UNTUK DIPEGANG
Kesetiaan sejati bukan terlihat saat segalanya lancar, tetapi saat kita tetap percaya di tengah kehancuran. Tuhan melihat dan menghargai iman yang tidak tergoyahkan.