Mengatasi Kebiasaan Buruk

Mengatasi Kebiasaan Buruk

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13)

Warisan kecenderungan untuk berbuat dosa tidak hanya menghalangi kita untuk membuat pilihan tepat; kita juga menjadi sakit karena kencenderungan dosa yang kita miliki – kebiasaan buruk kita bertambah setelah dibuahi. Kecenderungan ini dikembangkan untuk hal yang tidak baik (kemalasan, keterlambatan, pelupa, dll.) berbeda dengan warisan yang baik yaitu membebaskan mereka, tidak hanya sekedar menolak, tetapi benar-benar dihapusnya – diberantas sama sekali!

Disisi lain, tuntutan bawaan secara daging saat kita dilahirkan (mementingkan diri sendiri, kesombongan, keserakahan, dll.) tidak dapat dilepas. Hal itu bisa dan harus ditundukkan, namun, sebagai penghalan yaitu keadaan dari sifat daging yang tidak murni, tidak dapat diberantas. Ini harus terus-menerus kita lawan, hal ini selalu hadir (bahkan jika terhenti) mendesak seperti yang digambarkan dalam kata-kata sang nabi: “Selama Setan memerintah, kita akan mempunya diri sendiri untuk ditaklukkan, dosa-dosa yang menyerang untuk diatasi; selama hidup itu akan bertahan, tidak akan ada tempat berhenti, tidak ada tempat yang dapat kita capai dan mengatakan, saya telah memperoleh dengan sepenuhnya. Penyucian adalah akibat penurutan seumur hidup”. Ellen White menyatakan bahwa: “Pada setiap tahapan perkembangan hidup kita bisa sempurna; namun jika maksud Allah dipenuhi bagi kita, akan ada kemajuan yang tetap. Penyucian adalah pekerjaan seumur hidup. Manakala kesempatan-kesempatan kita bertambah banyak, pengalaman kita semakin luas dan pengetahuan kita bertambah. Kita akan menjadi kuat untuk memikul tanggungjawab dan kedewasaan kita akan sebanding dengan kesempatan-kesempatan kita”

Sudahkah Surga menyediakan bantuan kepada kita untuk mengatasinya secara terus-menerus? Tuntuna Roh Kudus (Yohanes 16:13); diterangi oleh Kitab Suci (Mazmur 119:11); pengaruh yang menyegarkan dari kesaksian pribadi (Wahyu 12:13); serta kekuatan doa dan puasa (Matius 17:21).

Hal ini bukan berarti bahwa kita sudah pasti mampi mencapai kerajaan surga. Kita tidak mampu. Tetapi, “Kristus melihat kerinduan terbesar kita, dan ketika Dia melihat kita membawa beban kita dengan iman, kekudusan-Nya yang sempurna menebus kekurangan kita. Ketika kita melakukan yang terbaik, Dia menjadi kebenaran kita, dan “itu adalah kebenaran dan kesempurnaan Anak-Nya, yang mengambil atas diri-Nya sendiri dosa-dosa kita, kecacatan kita, kelemahan kita, jika kita mempertahankan hubungan yang baik bersama-Nya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *