BACAAN ALKITAB HARI INI
📖 Matius 5:43–48
📖 Roma 12:18–21
📖 Efesus 4:31–32
AYAT HAFALAN
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
— Matius 5:44
MARI MULAI DENGAN PERTANYAAN INI:
Siapakah orang dalam hidupmu yang kamu anggap sebagai “frenemy”?
Seseorang yang kamu sayangi, namun juga sering membuatmu kesal atau terluka?
TUHAN TIDAK HANYA MEMANGGIL KITA UNTUK MENGASIHI MUSUH YANG JELAS,
Tetapi juga mereka yang lebih kompleks —
orang-orang yang tidak mudah kita labeli sebagai baik atau jahat.
3 CARA MENGASIHI SI FRENEMY:
- Akui rasa frustrasi tanpa membenci.
Tuhan tidak memintamu menyangkal rasa sakit,
tetapi juga tidak membenarkan menyimpan kepahitan. - Doakan mereka secara aktif.
Berdoa bagi orang yang membuatmu lelah emosional membuka jalan bagi damai sejahtera.
Doa melunakkan hati dan membentuk kasih Kristus dalam dirimu. - Tanggapi dengan kasih, bukan reaksi.
Yesus mengasihi bahkan ketika ditolak.
Kita dipanggil untuk menunjukkan kasih yang serupa — bukan karena mereka layak, tapi karena kita sudah lebih dulu dikasihi.
MENGASIHI SI FRENEMY BUKAN BERARTI MENYETUJUI SEMUANYA
Tapi ini berarti menyerahkan hubungan itu kepada Tuhan,
dan percaya bahwa kasih-Nya cukup untuk menjangkau setiap orang — termasuk mereka yang membuat hidup kita sulit.
PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN HARI INI
Adakah seseorang dalam hidupmu yang kamu sayangi, tapi diam-diam kamu perlakukan seperti musuh?
Bagaimana kamu bisa mulai menunjukkan kasih Kristus kepadanya hari ini?
DOA HARI INI
Tuhan Yesus, Engkau memerintahkan kami untuk mengasihi musuh, termasuk mereka yang membingungkan perasaanku — yang kadang teman, kadang musuh.
Berikan aku hikmat, kerendahan hati, dan hati yang penuh kasih untuk menanggapi mereka dengan cara yang memuliakan-Mu.
Ajarku melihat mereka dengan mata kasih, seperti Engkau memandangku. Amin.
PERBUATAN IMAN
Pikirkan satu “frenemy” dalam hidupmu hari ini.
Kirimi mereka pesan yang menunjukkan kebaikan, atau doakan mereka secara spesifik di hadapan Tuhan.
KUNCI KEBENARAN UNTUK DIPEGANG
Mengasihi musuh tidak selalu berarti menghadapi kebencian terang-terangan,
kadang itu berarti tetap bersikap seperti Kristus kepada orang yang membuat kita lelah — namun tetap kita pedulikan.