BACAAN ALKITAB HARI INI
📖 Yohanes 10:10
📖 1 Timotius 6:6–10
📖 Amsal 11:24–25
AYAT HAFALAN
“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
— Yohanes 10:10
MARI MULAI DENGAN PERTANYAAN INI:
Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “kelimpahan”? Uang? Rumah besar? Barang mahal?
KELIMPAHAN SEJATI TIDAK DIUKUR DARI DOMPET, MELAINKAN DARI DAMAI DAN TUJUAN YANG MENGISI HIDUP KITA.
Yesus menjanjikan hidup yang berkelimpahan—namun bukan dalam arti materi. Ia mengundang kita untuk mengalami kelimpahan berupa sukacita, damai sejahtera, kasih, dan hubungan yang bermakna. Hidup yang berlimpah bukan soal berapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita hidup bersama Tuhan.
Studi juga menunjukkan bahwa setelah kebutuhan dasar terpenuhi, kekayaan tambahan tidak secara signifikan meningkatkan kebahagiaan. Justru, rasa syukur, relasi sehat, dan hidup yang bermakna memiliki pengaruh lebih besar dalam memberi kepuasan hidup.
3 PENUNTUN UNTUK HIDUP DALAM KELIMPAHAN ILAHI:
- Ukur hidupmu dengan kasih, bukan kekayaan.
Tuhan tidak menilai kita dari kepemilikan, tetapi dari kasih yang kita berikan dan terima. - Temukan kebahagiaan dalam memberi, bukan mengumpulkan. “Orang yang murah hati akan diberkati, karena ia membagikan makanannya kepada orang miskin.”
— Amsal 11:25 - Syukuri berkat yang tidak bisa dibeli.
Kedamaian, kesehatan, keluarga, dan iman—semua adalah kekayaan yang jauh lebih bernilai daripada benda.
PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN HARI INI
Apakah kamu selama ini lebih mengejar kekayaan duniawi atau kelimpahan rohani yang dijanjikan Tuhan?
DOA HARI INI
Tuhan, ajarku untuk mengejar hidup yang berkelimpahan menurut definisi-Mu, bukan dunia. Tumbuhkan dalam hatiku rasa cukup, syukur, dan kerinduan akan hal-hal yang kekal. Amin.
PERBUATAN IMAN
Buatlah daftar 5 berkat non-materi yang kamu miliki hari ini, lalu ucapkan syukur untuk masing-masingnya dalam doa. Jika mungkin, bagikan satu dari berkat itu kepada orang lain hari ini.
KUNCI KEBENARAN UNTUK DIPEGANG
Kelimpahan bukan soal berapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita berjalan bersama Tuhan.