BACAAN ALKITAB HARI INI
📖 Efesus 5:15–17
AYAT HAFALAN
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.”
— Efesus 5:15
MARI MULAI DENGAN PERTANYAAN INI:
Bagaimana kamu menggunakan waktu yang Tuhan berikan hari ini?
SETIAP HARI ADALAH PELUANG BARU UNTUK MENGHIDUPI IMAN, MENJALANI TUJUAN, DAN MENDEKAT KEPADA TUHAN.
Seperti jendela bening yang memperlihatkan dunia luar, setiap hari datang dengan 86.400 detik—sebuah anugerah waktu yang terbatas namun sangat berharga. Sayangnya, kita sering kali membiarkannya berlalu begitu saja dalam rutinitas dan gangguan yang tak bermakna.
Namun, Alkitab mengajarkan kita untuk hidup dengan kebijaksanaan dan kehati-hatian, karena waktu ini singkat dan tidak bisa diulang.
3 CARA HIDUP DENGAN INTENSIONALITAS DALAM WAKTU YANG DIBERIKAN TUHAN:
- Gunakan waktu untuk membangun iman.
Sisihkan waktu setiap hari untuk membaca Firman, berdoa, dan merenung. Iman bertumbuh seiring waktu yang diberikan kepada Tuhan. - Kejar tujuan yang kekal, bukan hanya yang fana.
Jangan hanya mengejar kesuksesan dunia. Fokuslah pada hal-hal yang berdampak kekal: kasih, kebenaran, dan pelayanan. - Bangun hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Waktu adalah alat untuk memperdalam hubungan, baik secara vertikal (dengan Tuhan) maupun horizontal (dengan orang lain).
PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN HARI INI
Dari 86.400 detik hari ini, berapa banyak yang akan kamu dedikasikan untuk Tuhan dan tujuan kekal?
DOA HARI INI
Tuhan, terima kasih untuk setiap detik yang Engkau berikan hari ini. Ajarku untuk hidup dengan bijaksana, bukan sembarangan. Tolong aku agar tidak menyia-nyiakan waktu, tetapi menggunakannya untuk memuliakan-Mu dan menggenapi rencana-Mu. Amin.
PERBUATAN IMAN
Catat dan lacak bagaimana kamu menggunakan waktumu hari ini. Sisihkan waktu khusus untuk doa, membaca Alkitab, dan melayani seseorang secara nyata.
KUNCI KEBENARAN UNTUK DIPEGANG
Waktu adalah karunia dari Tuhan—gunakanlah dengan penuh kebijaksanaan untuk hal-hal yang kekal, bukan hanya yang sementara.