Warisan Kaya Orang Israel

“Dengarlah perkataan-perkataan perjanjian ini dan sampaikanlah itu kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem!” – Yeremia 11:2

Fokus Pikiran: Alkitab memberikan kita arah yang jelas untuk hidup bahagia

Dalam banyak hal, kehidupan Yeremia tampak seperti sebuah kegagalan. Ia lahir untuk berkhotbah kepada orang-orang yang memberontak pada akhir bencana sejarah mereka sebagai bangsa. Mereka menderita konsekuensi dari ratusan tahun ketidaktaatan. Namun Yeremia menegaskan bahwa masih ada harapan-jika mereka mau mendengarkan dan mematuhi.

“Seandainya nasihat ini telah diindahkan selama berabad-abad berikutnya, alangkah akan berbedanya sejarah Israel! Hanya sebagai penghormatan untuk Firman Kudus itu dihargai dalam hati bangsa itu, mereka bisa berharap untuk memenuhi tujuan ilahi. Dengan memperhatikan hukum Allah yang memberi kekuatan Israel pada masa pemerintahan Daud dan tahun-tahun awal pemerintahan Salomo; adalah dengan melalui iman dalam firman hidup sehingga reformasi digarap pada hari-hari Elia dan Yosia. Dan kepada Kitab Suci yang sama tentang kebenaran, terletak warisan terkaya Israel, Yeremia memohon dalam usahanya menuju reformasi. Dimanapun ia melayani dia bertemu orang-orang dengan permohonan sungguh-sungguh, ‘”Dengarlah perkataan-perkataan perjanjian ini’ perkataan yang akan membawa mereka kepada pengertian penuh akan tujuan Allah untuk diteruskan ke semua bangsa yaitu suatu pengetahuan kebenaran keselamatan. Yeremia 11: 2 “1

Yeremia bisa saja meloloskan diri dari negara-Yehuda dihancurkan perang dan orang-orang pemberontak yang telah mengabaikannya, mengejeknya, memenjarakannya, dan membuat hidupnya sengsara. Akan menjadi mudah untuk menerima tawaran Nebuzaradan untuk meninggalkan zona bencana dan akhirnya pensiun dari pekerjaannya sebagai seorang nabi kehancuran. Namun ia memilih untuk mengidentifikasi dirinya bersama umat Allah, orang-orang miskin yang lemah beberapa yang tersisa di Yehuda untuk membersihkan rumput dan semak. Setelah pemimpin mereka yang baru diangkat tewas dan orang-orang ini dibujuk untuk melarikan diri ke Mesir, Yeremia memohon mereka untuk tetap tinggal-dan bernubuat akan ada bencana lebih besar bagi mereka yang tidak mematuhi perintah Allah untuk tinggal. Sekali lagi, dia menyatakan bahwa Allah mau menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang mau mengakui firman Allah dan setia kepada-Nya. Dia mau menyelamatkan mereka dari pedang dan membawa mereka kembali ke Yehuda.

“Di tengah kehancuran yang terjadi, Yeremia masih bisa menyatakan,” Ini adalah belas kasihan Tuhan bahwa kita tidak dihabiskan.

Doaku Hari Ini: Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.