Penyenang Allah

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel “… Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”- 1 Sam. 6:7

Fokus Pikiran: Allah melihat ke dalam hati, melampaui penampilan dan kemampuan kita.

Selama beberapa tahun aku meminta persetujuan orang dengan memperhatikan bayanganku dalam cermin bagaimana tampangku dan pakaianku. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk menyenangkan orangtua, atasan, dan teman-teman. Dibebani dengan keraguan untuk diterima itu, aku tidak pernah menemukan kepuasan abadi. Kebutuhanku untuk mendapatkan pengakuan membawaku pada harapan yang tidak realistis dan hubungan yang rusak.

Dalam keputusasaanku, aku berseru kepada Allah. Di saat menyebut nama Allah, aku merasakan kehangatan dari kasih yang abadi dan bertanya­tanya bagaimana mungkin Allah dari alam semesta ini dapat mengasihi orang seperti aku ini. Suatu hari, saat aku mencoba mencari jalan kembali kepada Allah dengan membaca cerita Daud, 1 Samuel 16:7 membantuku menyadari bahwa Allah tidak terlalu peduli dengan penampilanku, tetapi memperhatikan apa yang ada di hatiku.

Aku mulai membaca Alkitab dengan semangat baru dan belajar mencari cara untuk menyenangkan Allah daripada menyenangkan semua orang. Saat aku merencanakan hari-hariku, aku menyisakan waktu luang untuk membantu orang lain atau berbagi senyum atau memberi kata-kata semangat bagi seseorang yang membutuhkannya. Secara bertahap aku bisa pindah dari memusatkan diri sendiri ke kehidupan kepada Allah dan menemukan tujuan dari hidup yang bukan berdasarkan pada hal yang bisa kudapat, melainkan pada hal yang dapat kuberikan.

Doaku Hari Ini: Terima kasih, Tuhan, atas kasih dan penerimaan-Mu serta kesempatan untuk memberitakan perbuatan-Mu kepada orang lain. Amin.