Ditilang

Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya yang dikerjakan oleh Roh Kudus.–Tit. 3:5

Saat masih SMU aku menyetir ke kota saat tiba-tiba cahaya lampu biru dan suara sirene yang keras menembus keheningan sore hari. Tiba-tiba, aku diminta untuk menepi oleh polisi lokal yang menyebutkan bahwa aku melaju terlalu kencang. Saat di persidangan aku duduk dan merenung bagaimana aku harus menjawab dakwaan petugas tersebut. Aku tahu bahwa aku tidak melaju dengan kencang, tetapi aku bersalah karena lalai melaju saat lampu merah menyala.

Waktunya tiba, aku berdiri di hadapan hakim dan meminta keringanan. Sang hakim tidak menampik tuduhan tersebut, tetapi dia mengurangi hukuman dengan drastis, membebaskanku untuk, menikmati kebebasan berkendara, dan menikmati uang hasil kerjaku di musim panas tanpa perlu menghabiskannya untuk membayar surat tilang.

Ketika aku memikirkan kejadian ini, aku diingatkan dengan kebodohan yang kita lakukan jika berdebat dengan Allah bahwa kita tidak bersalah atas satu dosa tertentu, meskipun kita tahu bahwa kita memang bersalah atas banyak hal lainnya. Bukankah akan lebih mudah bagi kita semua untuk meminta belas kasihan Allah dan mendapatkan kebebasan untuk menikmati hak istimewa dari hubungan dan sukacita hidup yang kekal?

Doaku Hari Ini: Allah Pengasih, terima kasih atas rahmat dan karunia-Mu. Bantulah kami mengakui dosa kami dan menerima pengampunan-Mu. Amin.

Fokus Pikiran: Allah berbelas kasihan dan mendengar seruanku akan kasih karunia-Nya.