Di Pihak Siapa?

….”Kawankah engkau atau lawan?” Jawabnya, “Bukan, tapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.”-Yosua 5:13-14

Fokus Pikiran: Apakah doaku mengutamakan kehendak Allah?

Para calon militer sedang bersantai di baraknya sambil mengobrol. Tiba-tiba seorang komandan memasuki ruangan. Seseorang berteriak, “Komandan datang!” Seketika seluruh percakapan terhenti dan mereka semua langsung berdiri tegak. Kehadiran komandan itu telah mengubah posisi tubuh dan cara bicara mereka.

Yosua memiliki pengalaman serupa. Dekat kota Yerikho, ia bertemu seorang pria dengan pedang di tangan. Yosua bertanya apakah ia seorang kawan atau lawan. Pria itu menjawab bahwa bukan keduanya, melainkan ia datang sebagai Panglima balatentara Tuhan. Seketika itu juga Yosua berlutut dengan hormat dan bertanya, “Apa yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” (ay. 14). Pertemuan Yosua dengan Panglima Balatentara Allah telah mengubah sikap tubuh dan cara berbicaranya.

Terkadang saat aku berdoa, aku teringat Yosua. Aku sering mencoba meyakinkan Allah untuk berada di pihakku dalam sebuah masalah. Namun, aku menyadari bahwa doa itu bukan berarti membujuk-Nya untuk melihat segalanya dari pihakku. Hal yang terbaik kulakukan saat aku berjumpa dengan Allah dalam doa adalah tunduk, hormat, dan menyelaraskan hidup serta keinginanku dengan kehendak Allah. Bagaimanapun perkataan Yesus adalah agar kita mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya.

Doaku Hari Ini: Bapa yang memberkati, tolonglah kami menyelaraskan hidup kami dengan kerajaan-Mu dan kehendak-Mu. Amin