Dengan Segenap Hatiku

Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.-Ams. 3:9

Fokus Pikiran: Semua yang kita lakukan, kita lakukan bagi Allah.

Bertumbuh di keluarga Kristen, aku belajar memberikan persepuluhan seperti Alkitab ajarkan. Dengan gembira aku mempersembahkan persepuluhan dari penghasilan pertamaku ke gereja.

Seiring berlalunya waktu, penghasilanku pun meningkat. Begitu juga dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat dan akibatnya terkadang aku lupa memberikan persepuluhanku. Tidak, lebih tepatnya aku tidak memberikan persepuluhan itu. Aku berdoa, “Tuhan, ampun aku; aku tidak dapat memberikan persepuluhan bulan ini. Banyak sekali keperluanku sehingga aku menggunakan persepuluhanku. Bagaimana jika aku memberikan persepuluhan bulan depan?” Aku berharap Allah mengerti.

Sekali waktu, aku sadar bahwa aku menunda pemberianku tiap bulan. Aku menunda persepuluhan pertama, kedua, ketiga, keempat kalinya sampai suatu hari, aku mendengar khotbah yang meĀ­ nantangku. Pendeta berkata, “Melayani Allah harus dilakukan dengan tulus. Jika kita tulus, walaupun kita berada dalam kesusahan, melayani tidak akan menjadi beban.” Sebagai contoh sang pendeta menuturkan banyak orang Kristen yang mengikuti ibadah hari Minggu bukan karena ketulusannya, melainkan sebagai rutinitas. Aku sadar bahwa aku sering menghadiri ibadah di gereja karena wajib, dan aku tidak memberikan persepuluhan secara tulus. Aku ingin melayani Allah dengan segenap hatiku.

Doaku Hari Ini: Allah Pengasih, terima kasih atas berkat-Mu. Ajarlah kami untuk membagikan berkat melalui karunia yang Engkau berikan. Amin.