Cucu Kesayangan Nenek

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. – 1 Yoh. 3:1

Fokus Pikiran: Aku adalah anak Allah-hari ini dan selamanya!

Saat aku dan suamiku berbelanja sepatu di sebuah toko, datanglah seorang anak perempuan berumur empat tahun bersama neneknya. Anak itu menatapku dengan senyum bahagia. Aku mengomentari kotak sepatu kecil yang dipegangnya dan dengan segera ia memperlihatkanku sepatu olahraga berwarna merah muda. Setelah bercakap­cakap dengannya, anak itu meraih tangan neneknya dan mereka pun pergi. Tiba-tiba anak itu berbalik, menoleh ke belakang dan berkata dengan bangganya, “Aku cucu kesayangan Nenekku!”

Anak kecil itu sangat bangga akan sepatu barunya dan memeluk erat sepatu itu di dadanya! Namun, dapat dilihat dengan jelas ekspresi wajah dan keyakinan dalam suaranya bahwa kebahagiaan terbesarnya adalah hubungannya yang penuh kasih dengan neneknya.

Aku diingatkan dengan banyaknya firman yang mengungkapkan kerinduan Allah akan hubungan yang penuh kasih dengan kita. Berapa banyak dari kita yang berkeyakinan sama dengan anak perempuan tadi, dan seberapa sering kita dengan sukacita mengungkapkan kepada orang lain, tentang siapa kita dan punya siapa kita, bahkan kepada orang asing? Bagi orang Kristen hal ini bisa dilakukan secara spontan seperti anak perempuan tadi mengungkapkan kasih kepada neneknya. Oleh sebab itu, aku pun mengungkapkan hal ini dengan penuh rasa syukur dan sukacita, “Aku adalah anak Allah hari ini dan selamanya!”

Doaku Hari Ini: Ya Allah, biarlah  kami selalu bangga dan bersemangat memberitakan pada dunia bahwa kami adalah anak-anak yang Engkau kasihi. Amin.