Bimbingan Allah

Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya—Yos 3:3.

Setelah mengikuti rekreasi keluarga yang menyenangkan, aku mendengarkan pesan suara dari teleponku dan mendapat kabar penting dari rumah sakit. “Hubungi rumah sakit segera!” bunyi kabar itu. Tanganku gemetar saat aku menekan nomor telepon yang dituju aku sangat takut mendapat kabar yang mungkin kudengar. Pesan dan rumah sakit adalah ayahku sudah meninggal. Aku sangat ketakutan.

Aku tidak dapat membayangkan hidupku tanpanya. Ayah selalu ada selalu memberikan bimbingan. Sekarang ia telah pergi.

Yosua dan bangsa Israel juga membutuhkan bimbingan saat menaklukkan Tanah Kanaan. Allah berjanji jika mereka mengikuti Tabut Perjanjian-Nya (mengikuti Dia), Dia akan memimpin bangsa Israel. Mereka mengikuti Tabut Perjanjian-Nya dan Allah memimpin mereka menyeberangi Sungai Yordan demi memenangkan pertempuran melawan Yerikho.

Janji Allah untuk membimbing langkah-langkah kita juga berlaku saat ini. Jika kita melihat Allah, kita akan mengetahui ke mana kita harus pergi dan bagaimana kita harus hidup. Saat ayah meninggal, aku tidak tahu bagaimana harus menjalani kehidupanku, tetapi aku tetap berdoa dan membaca Alkitab, membiarkan Roh Kudus mengarahkan pikiran dan tindakanku tiap waktu.

Doaku Hari Ini: Tuhan terkasih, saat kami tidak tahu harus berbuat, berpikir atau berkata apa, bantulah kami untuk mencari firman-Mu dan percaya bahwa Engkau akan menunjukkan kami jalan. Amin.

%d bloggers like this: