Bersama Tuhan, Hidup Kita Sangat Berarti

“Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:10-11)

Fokus Pikiran: Di tangan Tuhan, hidup kita berarti dan tidak ada istilah ‘nasib sial’ bagi anak-anak Tuhan. 

Ada seorang ayah memunyai 4 orang anak laki-laki. Ia ingin agar ke-4 anaknya belajar untuk tidak cepat menilai segala sesuatunya. Karena itu ia menyuruh mereka masing-masing pergi ke hutan dan melihat sebuah pohon pir yang ada di sana.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim dingin, anak kedua pada musim semi, anak ketiga pada musim panas dan anak bungsu pada musim gugur. Ketika ke-4 anak itu kembali, sang ayah memanggil mereka agar menceritakan apa yang mereka lihat.

Anak pertama berkata bahwa pir itu sangat jelek, batangnya bengkok dan saling membelit. Anak kedua melihat pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan. Anak ketiga melihat bahwa pohon itu penuh dengan bunga-bunga yang menebarkan aroma yang harum dan indah. Anak bungsu berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Sang ayah menjelaskan kepada ke-4 anaknya bahwa mereka semua benar, karena mereka masing-masing melihat pohoh pir itu dalam 4 musim yang berbeda. Kemudian ia berkata kepada mereka, ” Mulai sekarang, jangan lagi menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”

Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat berkesimpulan bahwa Tuhan tidak adil dan tidak mengasihi kita. Jangan pula menyalahkan diri kita dan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.

Di tangan Tuhan, hidup kita berarti dan tidak ada istilah ‘nasib sial’ bagi anak-anak Tuhan. Kita hanya perlu bersabar menunggu waktu Tuhan. Jika kita tidak sabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan dan tidak akan memanen hasil di musim gugur.

Jika saat ini kita sedang berada pada masa-masa yang tidak menjanjikan harapan, tetap setia dan harapkanlah datangnya masa-masa indah yang Tuhan karuniakan. Tuhan memberkati.

Doaku hari ini:
Yesus, ajarilah aku untuk melihat setiap peristiwa dalam hidupku secara positif, karena kini aku percaya bahwa Engkau senantiasa hadir dan menyertaiku di dalam masa sukar dan bahagiaku. Amin.

%d bloggers like this: