Berdoa Terus-Menerus

Tetaplah Berdoa. – 1 Tes. 5:17

Putraku adalah seorang anggota Angkatan Darat yang ditempatkan di luar negeri. Biasanya ia menyuratiku sebulan sekali, mengabarkan tentang tantangan dan kesuksesannya. Tiap aku menerima surat atau telepon, aku merasa sangat bersyukur mengetahui bahwa dia ada dalam keadaan baik. Nada bahagianya selalu melegakanku. Suatu saat, lima bulan berlalu tanpa balasan pada pesan suara, pesan teks, ataupun suratku. Walaupun aku berkata kepada diriku, “Tidak ada kabar itu berarti kabar baik”, aku tidak dapat berhenti untuk mengkhawatirkannya. Setiap hari aku berdoa, meminta Allah agar menjaga putraku dan melindungi serta membimbingnya.

Saat putraku menelepon pada hari lbu, aku tidak dapat menje­laskan kebahagiaan dan rasa syukur atas karunia itu. Saat itu, adegan antara  anak yang hilang dan ayahnya terasa nyata dalam hatiku: “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia” (Luk. 15:20). Aku juga sangat bersyukur akan jawaban doaku. Namun, aku juga bersyukur akan penantian selama lima bulan karena selama itu imanku kepada Allah makin bertumbuh. Berbicara dengan Allah tiap hari membantuku untuk mengatasi rasa takut dan menenangkan jiwaku.

Doaku Hari Ini: Allah Pengasih, terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mem­bantu kami bertumbuh dalam iman dan kasih. lngatkanlah kami selalu bahwa doa dapat membantu kami membangun dan memelihara hubungan kami dengan-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.