Anak Penghiburan

Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. – Kis. 4:36

Fokus Pikiran: Hari ini aku akan mencari kemungkinan untuk menghibur orang lain.

Bertahun-tahun selama masa pertumbuhanku, ibu adalah “Barnabasku”, penyemangatku. Sebagai seorang wanita pendoa dan beriman, ibu menginspirasiku dalam mencari kehendak Allah. Saat aku memberi tahu ibu bahwa aku terpanggil dalam pelayanan pastoral, ia mendukungku untuk kuliah dan mendapatkan pendidikan. Empat puluh tiga tahun kemudian, aku masih menjadi seorang pendeta.

Selama masa pelayananku, Allah menjadi sumber penyemangatku yang utama. Ketika aku disakiti, Allah mendengarkan saat aku mencurahkan isi hatiku dalam doa. Ketika aku kurang bersemangat, firman Allah dalam Alkitab menginspirasi dan menantangku. Ketika aku takut karena kekacauan dunia, Allah menenangkan diriku dengan mengirimkan Roh Kudus untuk mengatakan kata-kata yang mengandung kedamaian dan mengirimkanku teman untuk berbagi harapan.

Kita dapat mengikuti teladan yang telah Allah lakukan dan menjadi penghibur. Saat ada orang yang tersakiti, kita dapat mendengarkan mereka dengan belas kasihan dan bukannya mengkritik atau menghakimi mereka. Ketika orang lain membutuhkan penghiburan, kita dapat menggunakan firman untuk menghibur dan membangkitkan semangat mereka. Saat dunia mereka serasa jungkir balik akibat tragedi, kita dapat duduk di samping mereka dan hadir bagi mereka.

Sebagai seorang putra dari ibu yang selalu menyemangatiku, aku berjuang untuk menjadi seorang anak penghiburan seperti Barnabas.

Doaku Hari Ini: Allah Pengasih, hiburlah kami sehingga kami dapat menghibur orang lain. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.