Allah Masih Mengasihi

Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. – Mzm. 139:9-10

Sadie, anak anjing kami yang berusia enam bulan dan berjenis Labrador hitam memiliki energi yang lebih besar dan juga lari yang lebih kencang daripadaku. Di hari lain dia terlepas dan melarikan diri. Aku tidak dapat mengejarnya sehingga aku pun berjalan di belakangnya. Sadie berlari dengan kencangnya di sekitar lingkungan rumah kami. Dia selalu melihat ke belakang dan mengubah arah selama 20 menit karena aku mengikutinya.

Akhirnya, Sadie pun tersudut dan tidak dapat menghindar lagi dariku. Ia kembali kepadaku dengan tatapan mata yang seakan berkata, “Maafkan aku. Apakah kau masih mengasihiku?” Aku pun mengaitkan tali pada kalung leher Sadie, mengusap dagunya dan kami pun bersama-sama berjalan kembali ke rumah.

Kasih Allah selalu ada dan mengejar kita — coba untuk mendekati bahkan saat kita tidak menyadarinya di sepanjang hidup kita. Seperti yang Rasul Paulus katakan, “Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8). Aku dapat melarikan diri dari Allah dan telah melakukannya pada beberapa kesempatan, tetapi Dia tetap penuh kasih, bersabar mendekatiku sampai akhirnya aku tersudut dan kembali kepada-Nya sambil bertanya “Apakah Engkau masih mengasihiku?” Allah selalu menjawab, “Ya.”

Doaku Hari Ini: Ya Bapa, terima kasih untuk selalu berada di dekat kami bahkan ketika kami berjalan untuk menjauhi-Mu. Amin.

%d bloggers like this: