Aku Kotor Dan Berdebu

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan. (Kisah Para Rasul 3:19)

Fokus Pikiran: Dia selalu ada, Dia selalu beserta kita dan Dia selalu mengundang kita untuk mengakui akan segala dosa kita dan menawarkan pengampunan

Suatu ketika aku sedang menikmati istirahat dikamar tidurku, lepas dari segala pekerjaan harian yang begitu melelahkan. Aku terpanah dengan jendela kaca yang memberikan sedikit cahaya, dan aku bangkit membuka jendela hingga cahaya terang masuk bebas menyinari ruang kamarku. Lapisan debu, nampak hampir diseluruh ruangan. Dalam kamar yang gelap, aku tidak dapat melihat debu, meskipun sebenarnya ada.

aku kotor dan berdebu

Debu yang tak terlihat mengingatkanku betapa aku telah berubah. Sebelu aku menerima Yesus sebagai Juruselamatku, aku merasa nyaman dalam dosaku. Komunikasiku dengan Allah hanya satu arah. Aku hanya berbicara tetapi tidak pernah mendengarkan. Sekarang aku sering mendengarkan suara-Nya dengan membaca Alkitab, berdoa, atau berbincang dengan saudara seiman lainnya.

Aku senang saat Yesus menunjukkan ketidaksempurnaanku, melalui Roh Kudus dan pengajaranNya seperti cahaya mengungkapkan betapa berdebunya kamar ini. Aku tidak mau melewatkan keintiman bersama Allah atau merasa bersalah karena tidak berurusan dengan dosa.

Saat mengaku dosa, Allah mengampuni kita. Rasa syukur dan kedamaian bersama-Nya menggantikan segala perasaan ketidaknyamanan kita, rasa malu, dan keterpisahan. Saat kita mengakui segala dosa kita, kita tahu bahwa kita telah menerima pengampunan.

Kesadaran itu Anugerah, langkah penting pertama dalam proses pengampunan yang membuat kita dekat dengan Allah dan menyingkirkan rasa bersalah.

Doaku hari ini: Bapa yang disorga, ampunilah aku yang selalu terus berbuat dosa, bimbinglah aku selalu dalam jalan yang benar, jika aku terjatuh kiranya Engaku tidak meninggalkan akan aku. Amin.

%d bloggers like this: