Akar Yang Saling Bergantung dalam kehidupan

Dan marilah kita saling kita memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. – Ibrani 10:24

Fokus Pikiran: Allah menciptakan kita untuk saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi badai hidup ini.

Akar yang saling bergantung dalam kehidupan merupakan cerminan perjalan hidup kita sebagai manusia berdosa dimana kita hidup yang saling membutuhkan. Suatu hari di bulan juni, aku dan suamiku pergi mengunjungi sebuah bangunan bersejarah. Sebuah rumah yang indah  di belakang jajaran pohon ek. Aku dan suami duduk di ayunan teras rumah tersebut sambil mendengarkan gadis pemandu wisata yang sedang menceritakan sejarah bangunan itu. Ketika pohon itu bejajar, akarnya bukan hanya saling mengikat, melainkan menyatu. Akar yang saling bergantung ini membuat mereka saling berbagi air dan nutrisi yang membuat akarnya makin kuat dalam tanah sehingga menjadikan hal ini bertahan.

Apa yang akan terjadi jika umat Kristen saling bersatu melalui angin ribut dalam hidup ini seperti yang dilakukan pohon ek tadi? Dapat dibayangkan seandainya kita saling mencurahkan dalam kekuatan, hikmat dan kasih yang telah Allah curahkan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan? Seandainya kita menerima hal yang sama dari orang lain saat kita sedang berada dalam cobaan hal seperti apa yang akan kita lakukan? Allah tidak menciptakan kita untuk hidup bagi diri sendiri, tetapi untuk menjadi sebuah keluarga, bersatu bersama dalam akar yang kuat bersama Sang Pencipta, sehingga kita dijadikan seperti akar yang saling bergantung.

Doaku Hari Ini: Tuhan pengasih, tolonglah kami untuk bersatu padu sebagai keluarga di dalam Kristus, rela memberi dan bersyukur atas apa yang kami terima. Amin